15 Maret 2005 menjadi hari bersejarah buat saya,disuatu acara Ibadah di restoran yang diselenggarakan oleh para mahasiswa dikota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, saya bertemu dengan Papa Daniel Alexander, begitu saya menyebutnya.

Tanpa sengaja saya ada di ibadah itu dan ikut dalam sesi tanya jawab dengan papa Daniel Alexander, dan saya orang terakhir yang mengajukan pertanyaan, anehnya pertanyaan saya tidak langsung dijawab tetapi justru papa Daniel Alexander berkata "benediktus, pertanyaanmu akan saya jawab setelah acara ini selesai" . Waktu itu diskusinya tentang PAPA DISORGA , dan pertanyaan saya tentang papa saya didunia, dimana saya sudah membuat menderita papa saya dan apakah permintaan maaf saya kepada Tuhan bisa dimaafkan olehNya

Pertemuan yang singkat namun mengubah segalanya, tanggal 16 Maret 2005 saya diajak menginap di hotel tempat papa Daniel Alexander menginap. tanpa menanyakan latar belakang, asal usul saya, papa Daniel Alexander memeluk saya dan menyatakan dirinya sebagai papa buat saya, hari itu saya merasakan saya diampuni oleh papa saya dan hari itu saya menyebut papa Daniel Alexander dengan sebutan "papa". Tidak berhenti disitu,seluruh keluarga saya diterimanya sebagai keluarga dan papa, mama, adik saya diajak pindah semua ke Nabire Papua, sehingga tanggal 20 Maret 2005 saya dan istri ke Makassar dan tangal 21 Maret 2005 kami berangkat dari Makassar menuju Nabire Papua dengan naik kapal Labobar. Dan bahkan adik saya Yakobus Prastyo dikuliahkan oleh papa Daniel Alexander di salah satu Universitas di Kota Malang Provinsi Jawa Timur dan adik saya menjadi seorang Sarjana Pendidikan.

Dan Bulan Juni 2006 kami meminta papa Daniel Alexander untuk Membaptis keluarga kami.

Perubahan demi perubahan terus terjadi kepada seluruh keluarga kami, tidak ada kata yang bisa kami ucapkan atau kami Lukiskan untuk mengucapkan terima kasih kepada papa Daniel Alexander dengan apa yang papa Daniel Alexander buat untuk kami.

Puji Syukur kepada PAPA YAHWEH yang Hidup, lewat papa Daniel Alexander PAPA YAHWEH menyatakan diriNya buat kami.

Di Kota Nabire Papua, kami dianugerahi tiga Orang anak- anak yang Luar Biasa Alexander Hizkia Widya Darmaka, Zefanya Lintang Ayuningtyas, dan Alexander Matthew Widya Darmaka. Kami dipertemukan dengan keluarga besar Yayasan PESAT Nabire, istri saya juga berkesempatan untuk melayani menjadi guru disalah satu TK yang didirikan oleh papa Daniel Alexander. disini kami ada dan melayani bersama-sama menjalankan dan meneruskan apa yang menjadi Visi dan Misi papa Daniel Alexander untuk Papua

Sang Pengubah itulah Papa Daniel Alexander, kami di didik, diberi contoh nyata lewat hidup papa Daniel Alexander dan sosok yang anggun yang selalu mendampinginya yaitu mama Louise Alexander, mereka benar benar menjadi teladan untuk kami dan lebih daripada itu kami diajar sehingga tau hidup yang berpengharapan dan tau apa itu melayani.

Kehidupan kami yang sekarang benar benar tergenapi "yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Terimakasih papa Daniel Alexander sekali lagi Terima kasih untuk apa yang papa buat untuk kami.

Kemanapun papa Daniel Alexander melangkahkan kaki disitu pasti ada perubahan, banyak jiwa yang diselamatkan dan banyak anak-anak papa Daniel Alexander lainnya yang dulunya tidak bisa sekolah sekarang menjadi Sarjana, Dokter, Magister, Doktor,dan yang lainnya.

Sang Pengubah, papa Daniel Alexander Doa kami menyertai kemanapun papa melangkah. TUHAN YESUS MEMBERKATI

 

Oleh : Benediktus J Widya Darmaka

cerita